Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Hukum Tajwid Surat Al-fatihah, Lengkap Dengan Penjelasannya

Membaca Al-Qur'an dengan menerapkan hukum-hukum tajwid merupakan suatu keharusan yang harus dilakukan ketika membaca Wahyu Allah ini, terutama pada surat Alfatihah. Yang mana membaca surat Al-fatihah ini ialah rukun qauli dalam mengerjakan shalat. 

Oleh karena itu, literasi kajian-kajian tajwid pada surat-surat di dalam Al-Qur'an terutama surat Al-fatihah patut dipahami dan dipelajari. Namun, bukan hanya untuk dipelajari, ilmu-ilmu tajwid ini pun harus diimplementasikan ketika mengerjakan shalat baik itu shalat fardhu maupun Sunnah dan ketika membaca Kalamullah, Al-Qur'an.

Nah, bagi sahabat kajian yang ingin mempelajari hukum-hukum tajwid yang terdapat pada surat Al-fatihah,sahabat kajian bisa membaca artikel ini sampai Akhir. 

Tajwid Surat Al-fatihah Lengkap



Artinya: 

"Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang (1) Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam (2) Maha Pengasih lagi Maha Penyayang (3) Yang menguasai di hari pembalasan (4) Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan (5) Tunjukkanlah kami jalan yang lurus (6) (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat (7)".

Berikut hukum-hukum tajwid yang terdapat pada surat Al-fatihah, lengkap dengan penjelasan nya. 

  1. Pada lafadz اللّٰهِ dibaca tipis, sebab lafadz ini didahului oleh huruf mim (م) yang berharkat kasrah, hukum tajwid pada lafadz ini ialah Tarqiq. 
  2. Pada lafadz الرَّحْمٰنِ, tepatnya Pada huruf الرَّ , hukum tajwid pada lafadz ini ialah Alif lam syamsiah karena huruf Alif lam (ال) bertemu dengan huruf syamsiah Ra (ر). 
  3. Pada lafadz  الرَّحْمٰنِ, yaitu pada huruf ma (م), hukumnya mad asli, karena huruf ini berharkat Fatah tegak dan tidak bertemu dengan Hamzah,  sukun, waqaf, maupun tasydid. Cara membacanya yaitu dengan memanjangkan kira-kira 2 harkat.
  4. Pada lafadz الرَّحِيْمِ, yakni pada huruf حِيْ, hukum tajwid pada huruf ini ialah mad Arif lisukun, karena huruf mad jatuh sebelum huruf yang di waqaf. Cara membacanya dengan memanjangkan selama  1 Alif 2 harkat, 2 Alif 4 harkat, atau 3 Alif 6 harkat. 
  5. Hukum Tajwid pada huruf ini ialah Alif lam Qomariyah. Hal ini dikarenakan huruf Alif dan lam (ال) bertemu dengan huruf ha' (ح). Dibaca dengan jelas.
  6. Hukumnya idzhar syafawi karena huruf mim sukun bertemu dengan huruf dal (د). Dibaca dengan jelas.
  7. Dikarenakan lafadz الله didahului oleh huruf lam yang berharkat kasrah, maka hukum tajwid pada lafadz ini adalah Tarqiq.
  8. Hukumnya mad asli, sebab terdapat baris Fatah tegak diatas huruf ain (ع), Panjangnya 1 alif 2 harkat.
  9. Hukumnya mad aridh lisukun, namun jika disambung atau tidak di wakaf, maka hukumnya menjadi mas ashli 
  10. Hukumnya mad asli, karena ada baris Fatah tegak yang terdapat diatas huruf ma (م), panjangnya 1 Alif 2 harkat.
  11. Hukumnya Alif lam syamsiah, karena ada Alif lam (ال) yang bertemu dengan tasydid didepannya.
  12. Hukumnya mad asli, karena terdapat Alif kosong didepan huruf ya (ي), panjangnya 1 Alif 2 harkat.
  13. Hukumnya mad aridh lisukun jika berhenti atau di wakafkan, namun hukumnya menjadi mad asli ketika tidak di wakafkan alias di sambung.
  14. Hukumnya Alif lam syamsiah, karena huruf Alif lam (ال) bertemu dengan huruf syamsiah Shad (ص).
  15. Hukumnya mas asli, karena terdapat Alif kosong (ا) didepan huruf Ra (ر), panjangnya 1 Alif 2 harkat.
  16. Hukumnya Alif lam Qomariyah, karena huruf Alif dan lam (ال) bertemu dengan huruf mim (م).
  17. Hukumnya mad aridh lisukun jika berhenti, namun jika tidak berhenti maka hukumnya berubah menjadi mad asli. 
  18. Hukumnya Alif lam syamsiah, karena huruf Alif lam (ال) bertemu dengan huruf syamsiah lam (ل).
  19. Hukumnya mad asli, dikarenakan huruf dzal yang berbaris kasrah bertemu dengan huruf mad.
  20. Hukumnya Izhar, karena nun mati berjumpa dengan salah satu huruf idzhar yaitu ain (ع),  dibaca dengan jelas. Huruf-huruf idzhar yaitu, ha (ح), kha (خ), ain (ع), grain (غ), ha (ه), Hamzah (ء).
  21. Hukumnya Idzhar Syafawi, karena huruf mim (م) bertemu dengan huruf ta (ت). Dibaca dengan jelas.
  22. Hukumnya mad Lin, karena huruf mad ya (ي) disukun oleh harkat Fatah.
  23. Hukumnya Idzhar Syafawi, karena huruf mim mati (م) bertemu dengan huruf ghaen (غ).
  24. Hukumnya Alif lam Qomariyah, karena huruf Alif lam bertemu dengan huruf mim (م).
  25. Hukumnya mad asli, karena ada huruf mau yang di dzummahkan. Panjangnya 1 Alif 2 harkat.
  26. Hukumnya mad lazim musaqqal kalimi, dikarenakan huruf mad bertemu dengan tasydid dalam satu kata. Panjangnya 6 harkat.
  27. Hukumnya mad aridh lisukun jika diwakafkan atau berhenti, berubah menjadi mad asli jika tidak di wakafkan.

Siap Membaca Surat Al-fatihah Dengan Baik dan Benar?

Seperti yang sahabat telah ketahui, surat Al-fatihah menjadi surat pembuka dalam Al-Qur'an dan menjadi surat yang paling sering di lantunkan. Surat ini menjadi salah satu rukun qauli dalam shalat. 

Oleh karena itu, membaca surat ini dengan baik dan benar sesuai dengan kaidah ilmu Tajwid perlu diimplementasikan baik di dalam shalat maupun diluar nya.

Semoga dengan adanya artikel ini yang membahas tentang hukum tajwid pada surat Al-fatihah bisa membantu sahabat kajian dalam membenarkan dan menyempurnakan bacaan Al-Qur'an ini. Terimakasih, Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh.


Referensi: 
  • https://poskajian.blogspot.com/2019/01/hukum-tajwid-surat-alfatihah-lengkap-penjelasan.html
  • https://www.tahsin.id/2017/10/surah-al-fatihah.html